Kekompakan merupakan kata kunci
dalam hubungan dengan rekan kerja. Mengapa kekompakan perlu ditegakkan di
tengah-tengah lingkungan kerja? Setiap alur pekerjaan yang terjadi di dalam
perusahaan tidaklah hanya dapat diandalkan pada satu orang saja. Semua karyawan
saling terkait dalam berbagai bentuk kerjasama yang diperlukan guna mencapai
sasaran yang ingin dicapai bersama. Struktur organisasi perusahaan pada
dasarnya dibangun sedemikian rupa agar pekerjaan atau kegiatan antara bagian
yang satu dengan bagian lainnya saling terkait.
Tiga pedoman utama yang dapat
dipergunakan adalah menjadi anggota kelompok yang baik, mengelola persaingan dengan
karyawan lain secara bijaksana, dan selalu berpijak pada tata krama serta
budaya yang berlaku pada lingkungan kerja dalam berbagai situasi.
Anda dapat menjadi anggota kelompok
yang baik jika menerapkan kejujuran dalam setiap perilaku, baik ke atas
maupun ke bawah. Bersikap jujur merupakan mata uang yang berlaku di mana-mana.
Rekan-rekan kerja hanya mau “menerima” Anda apabila kejujuran itu Anda
perlihatkan secara nyata. Mengapa? Karena dengan kejujuran Anda mau mengakui
keberadaan rekan kerja Anda, mengakui keterampilannya, memahami kelemahannya.
Mengakui semua hal itu dengan jujur tentu akan membuat rekan kerja Anda pun
menghargai dan menghormati diri Anda sendiri. Barangkali pengakuan itu tidak
Anda nyatakan secara verbal, karena bisa saja ia menganggap apa yang Anda
katakan itu berlebihan adanya. Tetapi sesekali pada waktu yang tepat Anda dapat
melontarkan pujian, terutama menyangkut keberhasilannya menangani
masalah-masalah rumit, sehingga ia merasa memang Anda memberikan penilaian yang
jujur.
Sebaliknya bagi diri Anda sendiri,
apabila terdapat suatu kesalahan, lebih baik akui secara jujur. Lebih baik
kesalahan sesegera mungkin diakui, terutama dengan orang yang terkait langsung.
Pengakuan seperti itu tidak akan meruntuhkan keberadaan diri Anda, malah
sebaliknya membuat rekan-rekan kerja Anda semakin menaruh hormat dan menghargai
diri Anda, walaupun tak terucap.
Bersikap jujur juga akan membuat
sirkulasi pekerjaan akan berjalan lancar, sehingga memungkinkan terciptanya
kerjasama yang padu. Misalnya ada seorang karyawan yang mencari suatu daftar,
buku, laporan, disket, atau bahan lainnya yang sedang dibutuhkan berkaitan
dengan tugasnya, kebetulan Anda mengetahui siapa yang menyimpannya maka ada
baiknya Anda memberitahukan siapa yang menyimpan bahan-bahan tersebut. Apabila
orang yang menyimpan itu mau mengakui secara jujur maka tentu sang karyawan
tidak akan mengalami kesulitan mengerjakan tugas-tugasnya. Namun apabila
sebaliknya maka tentu akan sangat mengganggu pekerjaannya, yang barangkali juga
merembet ke pekerjaan orang-orang lain.
Dalam kondisi demikian bisa saja
terjadi perdebatan, karena setiap orang berusaha mempertahankan pendapat
masing-masing, bahkan bisa menimbulkan pertengkaran. Hubungan antar rekan kerja
pun jadi memburuk, dan dapat berkembang menjadi “perang dingin”.
Pada waktu menghadapi sikap agresif
yang negatif dari rekan sekerja, dalam kondisi yang masih dapat diperbaiki,
berusahalah untuk memahami alasan timbulnya agresifitas itu. Kemudian temuilah
rekan kerja itu untuk berbicara dari hati ke hati sambil mencari solusi yang tepat.
Namun dalam kondisi yang tidak dapat diperbaiki, lebih baik ambil “jarak yang
sesuai” terhadap rekan itu, yaitu membatasi hubungan sebatas hubungan formal
saja. Selanjutnya dengan rekan-rekan yang lain Anda dapat tetap mempertahankan
sikap yang mantap, rasa percaya diri, sikap sopan, dan tampil seakan-akan tidak
ada masalah berarti.
Demikian pula pada waktu
menghadapi excessive talker (orang yang suka bergosip dan
mencela orang lain), terutama pada saat Anda sedang sibuk mengerjakan
tugas-tugas Anda. Manfaatkanlah bahasa tubuh Anda dengan maksud memberitahu
bahwa Anda tidak ingin diganggu, misalnya melihat ke tumpukan file yang harus
dikerjakan, mata tertuju pada monitor komputer, dan tidak memberikan tanggapan
pembicaraan yang mengganggu Anda atau langsung meninggalkannya dengan memberi
alasan singkat, misalnya katakan Anda hendak kerest room.
Hubungan antar rekan kerja biasanya
tidak luput dari “persaingan”, yang umumnya berkaitan erat dengan ketidakpuasan karyawan
yang satu terhadap karyawan yang lain dalam menapaki jenjang karier
masing-masing. Persaingan itu apabila tidak dikelola secara bijaksana akan
merembet menjadi perilaku negatif.
Pedoman yang dapat Anda gunakan untuk
menghadapinya adalah berperilaku selaras dengan tata krama dan budaya perusahaan
yang telah disepakati bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar